Pemeriksaan Sitohistoteknologi
ARTIKEL
PEMERIKSAAN SITOHISTOTEKNOLOGI DI LABORATORIUM
Restianti L. Pongtuluran
18 3145 353 123
2018 C
Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis
Fakultas Teknologi Kesehatan
Universitas Megarezky Makassar
ABSTRAK
Sitohistoteknologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang preparasi sel-sel dan jaringan tubuh sampai menjadi sediaan mikroskopis yang digunakan untuk mendiagnosa adanya kelainan-kelainan dalam tubuh. Diagnosa histopatologi, sampai saat ini masih merupakan kunci dalam diagnosa sebagian besar penyakit.
Perbedaan utama antara pemeriksaan histopatologi dan sitologi terdapat pada hasilnya. Pada pemeriksaan histopatologi, struktur jaringan dapat terlihat dengan jelas, sedangkan pada pemeriksaan sitologi hanya nampak gambaran sel-sel tubuh secara umum tanpa terlihat struktur jaringannya. Hasil dari kedua pemeriksaan tersebut, kemudian akan dianalisa oleh Dokter Spesialis Patologi Anatomi untuk menilai ada tidaknya keganasan, menentukan jenis tumor, stadium atau grading, apakah sudah terjadi metastasis (menyebar) atau belum, ataukah hanya infeksi akut atau kronik dan berbagai kelainan lainnya.
PENDAHULUAN
Sitohistoteknologi terdiri dari : Sito berarti sel dan Histo berarti jaringan. Jadi merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel dan jaringan. Dalam jaringan pada umumnya terdapat 3 komponen dasar yang menyusunnya yaitu : Sel , Substansi Interseluler dan Cairan.
1. Sel
Merupakan komponen yang bersifat hidup dalam jaringan dan merupakan unit struktural dan fungsional yang terkecil dari organisme.
2. Substansi Interseluler
Bersifat tidak hidup dan sebagai hasil produksi sel. Terdapat diantara sel-sel di dalam jaringan. Bentuk fisiknya dapat dipilahkan :
a. Sebagai substansi dasar karena tidak berbentuk dan dalam keadaan setengah padat.
b. Sebagai serabut.
3. Cairan
Merupakan komponen yang menonjol dalam plasma darah, cairan limfa, cairan jaringan, dsb.
PEMBAHASAN
Ada dua subdivisi utama dalam patologi anatomi, yaitu histopatologi dan sitopatologi (sitologi) :
1. Histopatologi
Histopatologi adalah prosedur yang melibatkan pemeriksaan jaringan utuh yang diambil melalui biopsi atau operasi di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini sering dibantu oleh penggunaan teknik pewarnaan khusus dan tes terkait lainnya, misalnya penggunaan antibodi untuk mengidentifikasi berbagai komponen jaringan pada tubuh.
Histopatologi adalah tentang biopsi dan pemeriksaan jaringan, histopatologi melibatkan pemeriksaan jaringan sampel di bawah mikroskop. Sampel bisa berupa potongan-potongan kecil jaringan yang diperoleh dari bagian tubuh dengan menggunakan teknik yang disebut biopsi atau sampel yang diambil dari seluruh organ maupun bagian organ yang diambil selama operasi. Sebagian besar biopsi yang dilakukan adalah untuk mengambil sampel kecil dari area tubuh di mana diduga memiliki penyakit. Prosedur tersebut disebut juga biopsi “insisional” dan biasanya pembedahan atau perawatan tambahan mungkin direkomendasikan setelah diagnosis dibuat. Namun, biopsi yang dilakukan bisa juga mencakup seluruh area yang terkena seperti tahi lalat kulit. Prosedur tersebut disebut biopsi “eksisi”. Setelah itu, pemeriksaan area kulit yang berdekatan dan tidak terlibat akan dilakukan untuk membantu memverifikasi bahwa area yang terkena telah sepenuhnya dihilangkan.
Pemeriksaan histopatologi berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosa penyakit. Adapun tahapan dalam pembuatan sediaan adalah pengambilan jaringan, fiksasi, dehidrasi, clearing, embedding, blocking, pemotongan dan pewarnaan jaringan. Salah satu bahan yang diperlukan dalam pembuatan sediaan adalah cairan fiksasi. Tujuan fiksasi jaringan antara lain untuk mencegah terjadinya autolysis dan pembusukan, memelihara atau mengawetkan keadaan sel dan elemen jaringan agar identik dengan keadaan yang masih hidup, serta menggumpalkan jaringan yang cair agar memudahkan pemotongan sediaan.
Objek sediaan atau yang biasa kita sebut dengan preparat merupakan suatu hal yang selalu kita dapati tiap harinya. Pembuatan sediaan merupakan suatu hal yang dapat dikatakan mudah hingga sangat sulit tergantung dari bagian tubuh yang akan diamati secara mikroskopis. Sediaan yang baik adalah suatu sediaan yang mampu menggambarkan kondisi sel atau jaringan layaknya ketika sel atau jaringan itu masih di dalam tubuh. Sayangnya ketika sel atau jaringan itu terlepas dari tubuh baik sengaja atau tidak sengaja maka sel atau jaringan itu akan mengalami kematian hingga kerusakan. Untuk menghindari atau memperkecil kerusakan sel dan jaringan ketika terlepas dari tubuh maka perlu dilakukan suatu tindakan yang membuatnya tidak berubah. Tindakan tersebut kita sebut dengan “fiksasi”.
Pewarnaan jaringan sangat diperlukan untuk mewarnai komponen- komponen jaringan yang transparan setelah melalui proses pematangan jaringan. Pewarnaan dapat memperlihatkan struktur dan morfologi jaringan, keberadaan dan prevalensi sel-sel jaringan tertentu. Pewarnaan rutin yang biasanya digunakan untuk histopatologi adalah pewarnaan Hematoxylin Eosin (H&E).
a. Pengecatan Histologi Hematoksilin-Eosin
Pewarnaan H&E ini didasarkan pada prinsip sederhana, yaitu sifat asam basa dari larutan yang kemudian akan berikatan dengan komponen jaringan yang mempunyai kecenderungan terhadap sifat asam ataupun basa tersebut sehingga terjadilah ikatan antara molekul zat warna dengan komponen jaringan. H&E diminati karena pewarnaan ini sederhana dan kemampuannya untuk membedakan komponen-komponen yang ada di dalam jaringan. H&E dapat diterapkan pada banyak pemeriksaan dalam histologpatologi.
· Tujuan Pengecatan Histologi Hematoksilin-Eosin
Untuk mengetahui ada tidaknya morfologi sel abnormal dalam jaringan yang diperiksa.
· Prinsip Pengecatan Histologi Hematoksilin-Eosin
Kromatin dalam inti akan mengikat cat yang bersifat basa (hematoksilin) dan protein sitoplasma akan mengikat cat yang bersifat asam (eosin) sehingga sel akan berwarna merah muda dengan inti berwarna biru keunguan.
· Alat dan Bahan
Ø Chamber pengecatan
Ø Xylol
Ø Alkohol
Ø Kertas saring
Ø Kapas
Ø Objek glass
Ø Deck glass
Ø Cat hematoksilin
Ø Cat eosin
Ø Canada balsam (minyak terpentin / minyak tusam)
Ø Label
· Prosedur Pengecatan Histologi Hematoksilin Eosin
Ø Deparafinisasi preparat yang telah kering dalam xylol sebanyak 3 kali (masing-masing selama 10-15 menit).
Ø Masukkan ke dalam alkohol 96% sebanyak 2 kali (masing-masing selama 5 menit).
Ø Cuci dengan air mengalir sampai alkohol hilang.
Ø Masukkan ke dalam cat hematoksilin selama 7-10 menit.
Ø Cuci dengan air mengalir sampai tidak luntur.
Ø Celupkan ke dalam HCl sebanyak 2 kali celup untuk dekolorisasi.
Ø Cuci kembali dengan air mengalir.
Ø Rendam di dalam air sebentar sampai warna menjadi biru.
Ø Masukkan ke dalam cat eosin selam 3-5 menit.
Ø Cuci dengan air mengalir.
Ø Masukkan ke dalam larutan alkohol 1.
Ø Masukkan ke dalam larutan alkohol 2.
Ø Cuci dengan air mengalir.
Ø Tekan preparat dengan kertas, lap dengan kapas.
Ø Masukkan ke dalam xylol.
Ø Tekan kembali preparat dengan kertas, lap dengan kapas.
Ø Lakukan Mounting, dan beri nomor laboratorium.
· Hasil
Hasil pengecatan histologi pada jaringan ovarium
2. Sitopatologi (Sitologi)
Sementara sitopatologi adalah pemeriksaan sel tunggal atau kelompok sel kecil dari cairan atau jaringan di bawah mikroskop. Sederhananya, prosedur ini dilakukan dengan mengoleskan cairan sampel atau jaringan dari pengidap pada slide yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat jumlah sel, jenisnya, dan bagaimana rinciannya.
Dalam teknik pembuatan sediaan sitologik, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah prediksi jumlah sel di dalam spesimen. Ketika jumlah sel diprediksi banyak maka jumlah atau metode yang akan dipakai selanjutnya menjadi suatu pertimbangan. Spesimen yang memiliki jumlah sel lebih banyak dari normal pada umumnya terlihat dari gejala atau prediksi diagnosis dari pasien. Seperti contoh pasien yang memiliki diagnosis awal kanker kandung kemih akan memiliki presiksi sel lebih banyak di dalam urin jika dibandingkan dengan urin pasien normal. Jumlah sel dari spesimen dapat juga dilihat dari konsisi awal spesimen sebelum dilakukan perlakuan mekanik. Spesimen berbentuk cairan yang memiliki tingkat kekeruhan dapat diprediksi memiliki sel yang lebih banyak jika dibandingkan dengan spesimen yang memiliki warna jernih degan tingkat kekeruhan yang rendah bahkan tidak menunjukkan adanya kekeruhan.
Sitopatologi umumnya digunakan sebagai alat skrining untuk mencari penyakit dan memutuskan apakah perlu dilakukan tes lanjutan. Contoh umum dari sitopatologi adalah pap smear, sputum, dan gastric washing.
a. Pap smear adalah prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita. Pap smear juga dapat menemukan sel-sel abnormal (sel prakanker) di leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker. Pap smear adalah contoh dari sel-sel di leher rahim yang diambil selama tes pap. Tes pap dilakukan untuk menentukan kesehatan leher rahim (serviks) atau menemukan adanya perubahan abnormal pada sel-sel. Selama tindakan, contoh sel tersebut dikumpulkan dari permukaan leher rahim dan diletakkan pada kaca mikroskop. Contoh ini disebut pap smear, dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan mikroskopis.
Cara pengambilan Vagina Smear :
· Isilah permintaan formulir dengan lengkap.
· Tuliskan nama penderita pada label yang ada.
· Sediakan botol atau tempat lain dengan bahan fiksasi ethyl alkohol 95%
· Jangan melakukan vaginal lain sebelum mengambil smear.
· Jangan memakai bahan pelicin untuk speculum.
· Dengan speculum ambilah smear dengan mempergunakan “Ayre’s scraper”
· Buat pulasan yang rata pada obyek glass.
· Masukkan segara obyek glass tersebut kedalam bahan fiksasi biarkan paling sedikit selama 30 menit, kemudian keringkan diudara terbuka.
· Masukkan slide pada tempat slide yang tersedia, kirimkan dengan amplop yang tersedia bersama dengan formulir permintaan.
· Untuk evaluasi status hurmonal, dikerjakan prosedur yang sama, hanya scraping tidak di portio, melainkan pada dinding lateral vagina, dengan syarat tidak ada infeksi serta bila ada pengobatan hormonal telah dihentikan 2 minggu sebelumnya.
Gambaran Mikroskopis Pap Smear
b. Kultur dahak (sputum) adalah pemeriksaan dahak untuk mendeteksi adanya bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan, terutama infeksi paru-paru (pneumonia). Dahak merupakan cairan yang diproduksi oleh saluran pernafasan, dan dikeluarkan dari saluran pernafasan saat batuk. Selain bakteri, pemeriksaan kultur dahak juga dapat mendeteksi infeksi jamur. Kultur dahak (sputum) dapat dilakukan kepada pasien yang mengalami pneumonia, abses paru, atau tuberkulosis, dengan gejala antara lain batuk, demam dan menggigil, nyeri otot, lemas, nyeri dada dan sesak napas. Kultur dahak dapat dilakukan setelah pasien menjalani pemeriksaan foto rontgen dada, untuk mengetahui mikroba penyebab infeksi. Selain itu, kultur dahak juga dapat dilakukan untuk memantau efektivitas pengobatan yang dijalani. Spesimen yang baik untuk dilakukan pemeriksaan adalah sputum pagi. Spesimen sputum pagi merupakan sputum hasil dari akumulasi sekresi dalam waktu semalam. Spesimen sputum diambil selama tiga sampai lima hari berturut-turut untuk memastikan akurasi diagnosis yang maksimum. Spesimen sputum yang segar tanpa melweati larutan fiksasi akan menhasilkan nilai yang lebih baik dibandingkan spesimen yang dicampur dengan etil alkohol 70% - 90 % atau larutan fiksasi seperti carbowaxatau sarcomano. Sputum harus diperiksa secara hati-hati dengan menuangkan spesimen ke dalam cawan petri dan memeriksanya pada alas petri yang berlatar belakanggelap. Pilih bagian yang berdarah, berubah warna atau padat.
c. Bilas lambung (gastric lavage atau stomach pumping) merupakan terapi yang umum dilakukan untuk kasus keracunan, terutama pada daerah dengan fasilitas kesehatan terbatas. Walau demikian, bukti ilmiah menunjukkan terapi ini tidak dianjurkan dan justru memiliki risiko komplikasi yang tinggi. Keracunan adalah suatu kondisi di mana terjadi kontak pada suatu benda yang menyebabkan toksisitas. Keracunan pada umumnya terjadi akibat racun yang tertelan, dalam bentuk obat atau benda toksik lainnya seperti pestisida dan herbisida. Keracunan juga dapat disebabkan oleh injeksi, inhalasi, atau paparan pada luar tubuh. Mayoritas dari benda nonmakanan tidaklah beracun apabila dikonsumsi, namun hampir semua benda dapat beracun apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.
· Prosedur bilas lambung dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
Ø Membersihkan dan mengosongkan lambung dari zat beracun atau apabila seseorang keracunan obat
Ø Membersihkan lambung bila seseorang mengalami muntah darah selama pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas
Ø Menyedot darah jika terjadi perdarahan lambung
Ø Setelah seseorang menjalani operasi gastrektomi, yakni pengangkatan sebagian atau seluruh lambung
Ø Memastikan keamanan operasi dan mengurangi risiko pneumonia aspirasi
Ø Mengambil sampel asam lambung atau cairan lambung agar bisa dianalisis lebih lanjut
Ø Mengurangi tekanan dalam usus bila terjadi penyumbatan usus
Ø Mengempiskan lambung selama pemasangan ventilator
· Risiko komplikasi bilas lambung yang dapat terjadi meliputi :
Ø Pneumonia aspirasi, yakni adanya sebagian isi lambung masuk ke paru. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan edema pada jaringan paru, abses paru, atau pneumonia bakterialis
Ø Spasme atau kejang pada pita suara. Komplikasi ini bisa mengganggu fungsi pernapasan pasien untuk sementara
Ø Selang yang salah masuk ke dalam saluran napas
Ø Selang menembus dan merobek kerongkongan
Ø Perdarahan
Ada beberapa jenis pewarnaan :
v Pewarnaan Sederhana : hanya untuk melihat bentuk sel, bisa dilakukan dengan menggunakan zat warna biru metilen (tersering) atau zat warna lainnya. Umumnya menggunakan satu jenis zat warna.
v Pewarnaan khusus : Agar tampak kontras untuk membedakan beberapa komponen tertentu seperti spora dan kapsel pada sel bakteri atau pewarnaan komponen tertentu di sel seperti karbohidrat, dan lain-lain. Bisa juga pewarnaan komponen patologis tertentu yang mungkin ada di sel seperti badan inklusi. Pewarnaan khusus umumnya memerlukan dua macam zat warna atau lebih, juga memerlukan bahan dan teknik yang biasanya tidak tersedia di laboratorium klinik yang kecil, biasanya dilakukan di laboratorium patologi.
v Pewarnaan differensial : bertujuan membedakan sifat tertentu dalam sel, contohnya inti dan sitoplasma digunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin. Inti yang bersifat asam akan menyerap zat warna hematoksilin yang bersifat alkalis (basofilik) dan sitoplasma yang bersifat netral/ sedikit alkalis akan menyerap zat warna yang bersifat asam (eosinofilik).
v Pewarnaan differensial lain : dalam teknik mikrobiologi untuk membedakan sifat sel bakteri (pewarnaan Gram dan Ziehl Nielsen)
KESIMPULAN
Pemeriksaan histopatologi berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosa penyakit. Adapun tahapan dalam pembuatan sediaan adalah pengambilan jaringan, fiksasi, dehidrasi, clearing, embedding, blocking, pemotongan dan pewarnaan jaringan. Sementara sitopatologi adalah pemeriksaan sel tunggal atau kelompok sel kecil dari cairan atau jaringan di bawah mikroskop.
Terimakasih👍🏻
BalasHapusBagus sekali materinya👍 Terimakasih🙏
BalasHapusMateri yg dibahas sangat bermanfaat,terima kasih 🙏
BalasHapusTerima kasih👍
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🤗
BalasHapusBagus sekali materinya👍👍👍Terima kasih🙏
BalasHapusWah bermanfaat bgt👍🏻
BalasHapusMaterinya luar biasa, sangat membantu
BalasHapusTerima kasih infonya
BalasHapusMaterinya luar biasa, sangat membantu
BalasHapusMaterinya luar biasa, sangat membantu
BalasHapus👍👍
BalasHapusWah, sudut pandang baru. Good job.
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusMantap
BalasHapusTuhan Yesus Memberkati perjuangan mu dalam study, Amin!
Materi yg sangat baik dan bermanfaat
BalasHapusNice👍👍👍
BalasHapusMaterinya sangat membantu👍
BalasHapusMaterinya bagus dek
BalasHapusKurre sumanga'
BalasHapusArtikelnya bermanfaat👍
Tetap semangat dan sukses terus🤗
God Bless🙏🏻
👍👍
BalasHapusMasya Allah dapat ilmu baru
BalasHapusterima kasih
Mantap ArtikelNya
BalasHapusIlmunya bermanfaat 👍 sukses terus yah😇🙏
BalasHapus👍
BalasHapusSangat bagus 😇 sukses trus ya dan tetap semangat 🙏💪
BalasHapusSangat bagus 😇 sukses trus ya dan tetap semangat 🙏💪
BalasHapusMaterinya bagus👍❤
BalasHapusTerima kasih untuk materinya. Sangat bermanfaat🙏
BalasHapusterimah kasih banyak sangat membantu kawan
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusSangat menambah pengetahuan terima kasih 🙏
BalasHapus